Cerita PagiFeatured

Hari Pertama Mengenal Setia, Menjemput Jodoh?

Mengenal Setia

Assalamualaikum Setia,

Ijinkan aku menceritakan sesuatu padamu, tentang sebuah kisah penemuan waktu itu. Tak kusangka acara komunitas yang kita ikuti bersama adalah sebuah awal mula, awal mula perjalanan kita ini. Aku sangat ingat, aku melihatmu datang dengan jilbab motif warna warni yang cerah. Tak ada pikiran apa-apa di benakku saat itu selain ” Siapa ini? Wajah baru, mungkin anggota baru .”

Acara bergulir aku sibuk dengan kameraku, merekam setiap prosesi acara yang tengah berlangsung hari itu. Tiba suatu ketika aku mengobrol singkat denganmu. Meski hanya sesaat dan mungkin kamu dengan cepat melupakan momen itu, tak mengapa: obrolan itu berkesan buatku. Hingga terlintas di hatiku untuk mengenalmu lebih dekat lagi.

Hai Setia,

Hari-hari setelah itu kulewati biasa saja, aku ingat kita hanya beberapa kali berbicara lewat dunia maya. Yaa sebagian besar hanya seputar pekerjaan dan konten. Rasa ingin mengenalmu lebih dekat memang masihku simpan rapat. Bukan aku takut untuk bergerak mendekatimu lebih cepat lagi, aku hanya ingin mengenalmu dengan cara terbaik dan aku ingin sebelum mengenalmu akanku diskusikan dulu dengan-Nya Yang Maha Mengetahui, apakah Ia mengijinkanku mengenalmu?

Untukmu Setia,

Waktu yang singkat ini telah dicukupkan oleh-Nya untuk kita saling mengenal. Hingga di waktu subuh di hari ke enam belas setelah roller coaster ini melaju berliku kau ucapkan kata setuju. Setia, Aku yakin ketika dirimu membaca bait tulisan ini kamu akan geleng-geleng kepala mengingat saat-saat itu, percayalah akupun juga. Mungkin inilah cara-Nya menunjukan segala Kuasa atas waktu.

Tak kusangka juga obrolan singkat itu adalah tonggak awal kenapa kita bisa sampai di titik ini. Aku teringat waktu itu ketika kamu mengikuti kompetisi blog di acara dimana kita pertama bertemu, kamu menuliskan judul di tulisanmu “Menjemput Jodoh pada Ulang Tahun…”. Kamu Ingat? Apakah ini yang dinamakan judul artikel adalah doa? Ataukah ini pertanda Ilahi? Aku sendiripun tak paham. Yang ku tahu dengan izin-Nya kamu di sini berproses bersama melewati track awal roller coaster kehidupan ini hingga pada saatnya nanti dimana¬† aku mengucap janji untuk menjadi imamu dan menjagamu dan sampai seterusnya.

Untukmu Setia,

Maafkan diriku, maafkan semua kekuranganku, maafkan semua masa laluku. Mengenalmu membuatku belajar lebih dalam tentang arti mengikhlaskan serta tentang arti berpasrah diri. Terima kasih setia, telah mau menemaniku di dalam perjalanan roller coaster ini. Menaiki roller coaster ini bersamamu adalah hal yang tak pernah aku sesali, kita nikmati setiap tanjakannya, turunannya, belokannya dan setiap tarikan gravitasinya, Bersama!

Dari: Pagi
selalu untuk: Setia

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close